Rabu itu seperti hari-hari biasa. Aku berangkat dari kontrakan satu jam sebelum azan Zhuhur berkumandang. Perjalanan ngangkot yang rutin rute Pasar Jumat untuk transit ke Kopaja P20 jurusan Lebak Bulus-Pasar Senen. Bagi yang sudah terbiasa dengan hiruk-pikuk lalu lintas Jakarta, rute itu adalah rute yang membosankan. Perjalanan pastinya akan terhambat dengan kemacetan. Terbukti Penelitian menyatakan bahwa sepertiga hari dari masyarakat di Jakarta dihabiskan di jalan. Banyak karyawan yang sudah berangkat dari rumah pukul enam pagi dan kembali pukul delapan malam. Padahal jam kerja mereka mayoritas adalah eight to five. Sesaat Kopaja itu berangkat. “Hhhh, penumpang masih belum banyak, pasti gak masuk tol.” hatiku berucap demikian. Jam siang memang biasanya P20 tidak langsung menuju tol di gerbang Ciputat 1, bisa saja masuk dari gerbang tol selanjutnya bahkan tidak masuk tol sekalipun. Ternyata supir Kopaja itu langsung masuk tol dari gerbang tol Ciputat 1. Seolah ...
Tikar sederhana untuk sekedar selonjoran, ngobrol, diskusi dan menulis. Let's go blog!